Perkasa Akan Hadir di Timor Leste

Kembali membuktikan dirinya untuk GO INTERNATIONAL, Perkasa Flight School pada pagi hari ini (16/3/2018) telah menandatangani MoU dengan Pemerintah Timor Leste untuk pembangunan sekolah pilot pertama di Timor Leste yang akan berlokasi di bandara Oe-Cusse. Prosesi penandatanganan pada pagi hari ini, dilakukan oleh Bapak Septo Adjie Sudiro, CEO PT Mitra Aviasi Perkasa selaku perusahaan induk dari Perkasa Flight School, yang juga mewakili partner Join Operation Groupo Seven Air (SA) sebuah perusahaan Portugal pemilik Seven Air Academy dan Pemerintah Timor Leste yang diwakili oleh Presiden ZEESM Timor Leste Arsenio Bano, disaksikan oleh Perdana Menteri Timor Leste Mari Alkatiri, Duta Besar Republik Indonesia untuk Timor Leste Sahat Sitorus, dan Duta Besar Portugal untuk Timor Leste Jose Pedro Machado Vieira, serta disaksikan oleh para pejabat terkait dari Kementerian Timor-Leste.

Atas hasil kerja sama antara Pemerintah Timor-Leste, Pemerintah Indonesia, ZEESM TL, serta Perusahaan Swasta Indonesia dan Portugal yang tergabung dalam Seven Air Perkasa Timor-Leste, diharapkan dapat menghasilkan pilot-pilot handal asal Timor-Leste dan menjadi pusat pelatihan penerbang di kawasan Asia Oceania. Selain itu, target pasar untuk sekolah pilot disini tidak hanya untuk siswa Timor-Leste saja, namun juga terbuka luas bagi siswa lainnya terutama yang berasal dari negara-negara berbahasa Portugis dan negara-negara dari kawasan Asia Tenggara, Asia Oceania, dan Asia Pasifik.

sekolah pilot timor leste perkasa flight school 2

Bapak Septo Sudiro berkata, “sekolah Seven Air Perkasa Timor-Leste ini mempunyai program zero-to-hero, dengan biaya yang terjangkau dibandingkan sekolah penerbangan lainnya. Dalam program zero-to-hero, para siswa akan dilatih hingga 500 jam terbang di Airbus 320 series dan Boeing 737NG, lalu setelah lulus para siswa akan disalurkan ke berbagai maskapai penerbangan internasional oleh sekolah ini”.

Selama ini sekolah pendidikan pilot ab initio, hanya pendidikan awal saja, tidak sampai mendapatkan 500 jam terbang on-type, dan dengan biaya yang sangat mahal. Sedangkan lulusan sekolah penerbangan Oe-Cusse selain mendapatkan lisensi pilot komersial yang diakui secara internasional, juga akan dilatih type rating dan Line Training hingga memiliki 500 jam terbang on-type.

Selain pelatihan untuk pilot, untuk tempo jangka panjang sekolah penerbangan ini juga berencana untuk membuka sekolah Air Traffic Controller dan teknisi pesawat. Selain sekolah pilot, para lulusan pelatihan ATC dan mekanik pesawat akan meningkatkan reputasi Timor-Leste di dunia penerbangan internasional.

sekolah pilot timor leste perkasa flight school 1

Dubes RI Sahat Sitorus mengatakan bahwa sekolah ini akan memanfaatkan fasilitas bandara di Oe-Cusse yang tengah dibangun oleh salah satu BUMN RI, WIKA. Proyek Bandara Internasional Oe-Cusse dengan fasilitas lengkap diproyeksikan akan rampung pada bulan Oktober 2018.

“Penandatanganan MoU ini merupakan hasil dari persahabatan, hubungan baik dan kemitraan antara Pemerintah RDTL dan Pemerintah RI, demi kemajuan bersama di masa depan”, tambah Dubes RI Sahat Sitorus di sela penandatanganan.

Intisari artikel dikutip dari: KBRI Dili

Please follow and like us: